Partner Informasi Bisnis Terpercaya

Saya Punya Ide Bisnis Bagus, Apa Langkah Selanjutnya?

0 11

Pertanyaan utama yang sering muncul ketika mendapatkan ide bisnis yang kita anggap luar biasa, “Apa langkah berikutnya yang harus dilakukan?” Mungkin saja ide bisnis tersebut datang sebagai kilasan inspirasi atau sesuatu yang sudah diimpikan bertahun-tahun.

Anda berniat untuk mewujudkannya, tetapi masih bingung. Lima langkah kunci ini bisa menjadi panduan bagi Anda untuk mewujudkan ide-ide bisnis tersebut.

Apa Saja 5 Langkah yang Perlu Dilakukan untuk Mewujudkan Ide Bisnis?

Pertama, Komunikasikan dengan Partner yang Anda Percaya

Setelah memiliki business idea yang berpotensi nyata, sebaiknya tidak disimpan untuk diri sendiri. Bagikan hal tersebut kepada partner / rekan yang Anda percayai untuk membantu menyempurnakan visi. Terutama jika partner / rekan Anda tersebut berada di dalam target pasar sebagai pelanggan potensial bagi ide bisnis Anda.

Ajukan pertanyaan ini kepada rekan:

  • Apakah menurut Anda ide bisnis ini memiliki potensi ke depannya?
  • Bagaimana saya bisa menyempurnakan ide tersebut?
  • Apakah Anda akan membeli produk / menggunakan layanan ini? Jika ya, berapa rekomendasi harganya?

Lalu, bagaimana jika tidak memiliki partner / rekan di bidang bisnis yang ditarget? Ada banyak sumber daya informasi untuk mengasah keterampilan dalam menjalin networking dengan orang yang tepat.

Jangan lupa, bahkan orang-orang yang tidak terlibat langsung dalam bisnis dapat memberikan umpan balik vital untuk mendapatkan calon pelanggan.

Mendapatkan umpan balik yang jujur, meskipun terkadang menyakitkan, adalah langkah awal yang penting dalam mewujudkan impian bisnis Anda menjadi kenyataan. (Baca Juga: 6 Keterampilan Wirausaha yang Perlu Dimiliki Pebisnis Pemula)

Kedua, Meneliti Pasar

Jika sudah mengembangkan inti dari ide usaha Anda, selanjutnya perlu melakukan riset pasar. Apakah ada kompetitor lain yang menempati target pasar Anda? Apakah yang Anda tawarkan sama dengan kompetitor atau berbeda? Darimana calon pelanggan akan datang?

Dalam proses melakukan riset pasar tersebut, pastikan untuk berfokus daripada sekedar mendapatkan kisah sukses. Adakah bisnis serupa yang tidak berhasil? Tanyakan pada diri Anda sendiri, apa yang harus dilakukan agar berbeda.

Langkah selanjutnya, coba identifikasi mitra potensial selama proses riset ini. Misalkan, jika mempunyai ide untuk meluncurkan produk makanan hewan, cari mitra retail siapa yang bisa diajak kerjasama. Hal yang sama juga bisa dilakukan untuk bisnis jasa.

Apakah ada perusahaan / bisnis diluar sana yang menghargai layanan Anda sebagai tambahan? Kemitraan bisnis akan bernilai saat Anda mencoba dan mengembangkan bisnis.

Dalam proses riset tersebut, pelajari juga hal-hal yang akan menyebabkan Anda mempertimbangkan kembali ide original, apa saja yang penting selama fase perencanaan. Apakah ada pasar khusus yang bisa ditarget? Apakah target pasar sudah ramai dengan pemain dengan hanya sedikit perbedaan? Apa keunggulan kompetitif yang bisa dikembangkan?

Ketiga, Membuat Draf Rencana Bisnis

Langkah penting lainnya dalam meluncurkan bisnis baru adalah mengembangkan rencana bisnis (business plan). Rencana bisnis bisa formal atau informal. Business plan ini merupakan cara untuk mengkristalkan komponen inti bisnis sebelum diluncurkan. Ini tips menulis rencana bisnis yang harus Anda ketahui.

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam business plan tersebut: “kisah” bisnis dan bagaimana Anda membingkai kepada calon investor dan pihak lain yang berkepentingan, proyeksi, tujuan finansial & operasional, dan bagaimana Anda melihat skala bisnis dari waktu ke waktu.

Ada banyak sumber daya informasi yang bisa didapatkan untuk membuat rencana bisnis yang tepat. Fokuskan kepada ide-ide bisnis untuk dapat berkembang menjadi bisnis dan membagikannya kepada mitra potensial atau calon investor.

Keempat, Membangun Prototipe Bisnis

Membangun prototipe (prototyping) adalah langkah awal yang penting dalam perencanaan bisnis. Membangun prototipe itu penting untuk menguji apakah ide tersebut layak atau tidak.

Membangun prototipe tidak hanya produk fisik saja. Prototipe bisa juga berupa website sederhana yang dapat mewakili bisnis Anda di masa depan yang digunakan untuk mengumpulkan data dari pihak yang berkepentingan.

Apabila Anda mencari niche tertentu seperti fesyen atau memasak, pertimbangkan untuk membuat blog yang akan membantu dalam mendapatkan pengikut. Tujuannya lebih memudahkan Anda untuk memvalidasi apakah orang akan bersedia membayar untuk produk / layanan yang akan diluncurkan.

Fase prototipe adalah fase mengambil visi bisnis dan menjadikannya nyata dalam rangka menguji apakah konsumen akan mengambilnya atau tidak.

Kelima, Mendapatkan Modal

Pertimbangkan berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk memulai bisnis dan bagaimana Anda ingin mendanai perusahaan baru tersebut. Ada banyak cara tentang bagaimana mendapatkan permodalan untuk bisnis baru. Setidaknya, beberapa metode ini bisa dilakukan:

  • “Bootstrapped” merupakan model bisnis yang dikembangkan oleh pendirinya dengan tanpa atau sedikit investasi dari luar. (Baca Juga: Tips Menjadi Pengusaha Sukses dengan Modal Kecil)
  • Mendapatkan modal dari pinjaman bank yang mengharuskan Anda untuk membayar pokok dan bunganya kembali.
  • Modal didapatkan dari investor luar yang ditukarkan dengan sejumlah saham di perusahaan tersebut.
  • Ada juga modal pendanaan bisnis dari “crowdfunding” atau P2P.

Setelah memiliki gagasan kuat tentang semua langkah yang diuraikan di atas, Anda akan siap untuk meluncurkan bisnis Anda.

Sumber www.thebalancesmb.com
Berlangganan Newsletter
Dapatkan info terbaru tentang bisnis, peluang usaha, keuangan langsung di email Anda.
Anda dapat berhenti berlangganan kapanpun.

Tinggalkan Balasan

Data Email Anda Aman dan Tidak Akan Pernah Disalahgunakan.